Sorrow

Thee

THEE

Saat menulis ini, otakku kosong, sekosong Patrick star.
yang aku tahu, sekarang sudah hampir tengah malam, mendekati ujian, dan tidak ada satupun yang menempel diotakku saat ini.
selain … kau.
entahlah,sebenarnya sosokmu tidak terlalu jelas. Kau hanya segumpal bayangan dalam angan harianku tentang partner masa depanku.

Orang bilang aku aneh.
Dan aku harap kau bisa menerimaku.
Orang bilang, sulit sekali membayangkan jika aku menjadi seorang ibu.
Well, untuk hal itu, terlintaspun tidak pernah. kendati umurku merangkak menua, dan kepalanya sudah dua, tapi hal itu sama sekali tidak pernah terlintas.
Orang bilang ….
Semenjak menginjak lingkungan baru, sebenarnya aku sudah mencoba berpikir untuk tidak mendengarkan lagi. Tapi mau bagaimana lagi? aku punya telinga.

Hei, kau!
Aku harap kau merupakan perwujudan dari semua tokoh fiksi yang aku cintai, ya (Kecuali Seta Sojiro. selain senyumannya yang manis, aku harap kau tidak memiliki kekejaman yang ia punya ya!)
Aku harap kau mau melihatku beruban, berkerut, bertambah tambun seiring waktu nanti, dan mungkin saja aku mati lebih dulu nanti.
Hari-hari kemarin, ada suatu hal yang menakutiku. tentang pernikahan.
dua kali katanya.
dua kali.
padahal aku maunya sekali saja. sekali saja. sekali sampai mati. kau mengerti ‘kan maksudku?
karena itulah, aku membenci apapun yang berbau ramalan tangan.

sebenarnya aku hanya bisa berharap ditulisan ini. aku tidak tahu wujudmu seperti apa. sama sekali.

.
.
.
.
ah, aku ini nulis apa ya?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s