fiction

(Songfic) Please love her

Image

Cast:

Suzy Miss A,

Myungsoo Infinite.

#nowplayingPlease Love Her- Ha Dong Kyu.

 

Will you wait a moment
I’ll come get you right now
Why do you only keep crying
Tell me, tell me, where are you

“Soo-ya~, Myungsoo-ya ….”

“Suzy? Suzy-ya! Dimana kau?”

“Myung soo-ya, dia brengsek ternyata … aku ….”

“Suzy, dimana kau? Kenapa kau terisak seperti ini?”

“Kalau aku mati sekarang, apa pesakitan ini akan berakhir, Myungsoo-ya?”

“Apa?”

***

Did the person you love leave you and go
I’ll take you home
Let’s go, let’s go, because the wind is cold
What’s so great about the person who makes you cry

11.05 P.M

Namja itu terus berlari hingga rasanya paru-parunya mengerut. Ia tidak mengindahkan dadanya yang sesak karena terus berlari. Biarlah dia menjelma menjadi seorang masokis sekarang, ia tidak mau Suzy terisak seperti itu. Ia berhasil mendapatkan posisi Suzy berkat GPS dari handphone gadis itu. yeah, sekarang ia sedang ada di atap sekolahnya. Karena biasanya, jika orang sudah menyebut kata ‘mati’ ia pasti sedang berada di tempat yang tinggi atau sedang memegang racun. Soal racun, ia yakin Suzy tidak mungkin mau repot-repot membeli racun tikus untuk dia bunuh diri.

Saat Myungsoo mendapati gadis itu tengah berjalan di pinggir gedung sambil menjaga keseimbangan, rasanya ia ingin sekali meneriakinya, atau bahkan membuat gadis itu berada di pelukannya. Namun ia tidak bisa, gadis itu bisa saja nekad dan menghancurkan keseimbangannya dan terjun indah ke bawah sana. Tidak, Myungsoo ingin gadis ini tetap bernafas. Yeah, bernafas. Hanya itu.

Myungsoo berjalan mendekati gadis itu pelan, namun angin malam musim dingin terasa menamparnya sekarang. Pria itu takut kalau-kalau gadis itu hilang keseimbangan karena angin ini.

“Suzy, turun.”

“Dia meninggalkanku, Myungsoo”

“Turun, dan bicaralah denganku”

“Hah, malam ini malam yang indah bukan?” ujar Suzy sambil tertawa frustasi. Cairan bening itu masih mulus meluncur dari pipinya, namun karena kencangnya angin, air mata itu ada yang langsung menengering, “Lihat, jika aku berdiri disini, angin bahkan membantuku mengeringkan air mataku, hahaha!” gadis itu semakin frustasi sekarang. Ini pertanda buruk. Myungsoo lebih senang melihat gadis ini menangis sambil meneriakinya daripada menangis dengan tawa frustasi seperti ini.

“Suzy, please? Turunlah. Aku mohon”

Orb hazelnut yang penuh luka itu menatap orb hitam legam milik myungsoo. Pria itu bisa melihat pesakitan sangat jelas disana. Ia melihat sosok gadis yang ia cintai sekarang hancur tanpa bekas.

“Myungsoo-ya … dia ….”

“Meninggalkanmu, aku benar ‘kan?” gadis itu berhenti melangkah, namun matanya sekarang menatap ke bawah. Myungsoo merasakan darahnya turun dari wajah hingga ke kaki.

Jangan, jangan! Teriak batinnya.

“Dia meninggalkanku, lalu pergi berdua dengan pelacur itu, dan menciumnya tepat dihadapanku.” Gadis itu berbalik sepenuhnya dan menghadap Myungsoo. “Adakah yang lebih buruk dari ini?”

Ada. Jika kau melompat dari sana, ini akan menjadi hal yang terburuk bagiku, Batin Myungsoo. Pria itu hanya diam membiarkan gadis itu berkoar. Ia bertaruh bahwa sekarang gadis itu dalam keadaan setengah mabuk.

Saat angin malam itu berhembus lebih keras, tubuh suzy terhuyung. Secara otomatis Myungsoo meraih tangan lentik Suzy sebelum gadis itu terjun dan meregang nyawa disana. Kini gadis itu ada dalam pelukan Myungsoo dengan tangan sedingin mayat dan tatapan kosong, dingin. Seolah apa yang Myungsoo pegang hanyalah onggokan daging tanpa nyawa.

“Kita pulang, Suzy-ya. Hangatkan dulu badanmu, lalu ceritakan padaku semuanya. Semuanya.” Pria itu memapah Suzy dan membantunya berdiri. Dan benar saja, gadis itu bahkan tidak bisa berdiri dengan benar sekarang. Ia terpaksa menggendongnya dan membawanya pulang. Ini adalah pertama kalinya dia melihat Suzy sehancur ini. Sebelumnya ia hanya menangis sambil meminum dua botol soju. Tapi sekarang? Hah! Si brengsek itu sehebat apa sih sampai bisa membuat gadis yang dicintainya seperti ini?

***

1.14 a.m

You don’t know, you’re the only one who doesn’t know
My heart that loves you
I couldn’t be there first, because my steps were slow
The painful love of having my seat taken

“Dia bilang aku hanya gadis naif, membosankan.”

“Setidaknya kau bukan wanita murahan,” sahut Myungsoo sambil memberikan segelas coklat panas pada gadis itu. sekarang gadis itu duduk sambil diselimuti oleh selimut biru tebal. Perlahan mata kosongnya menghilang menjadi mata yang sarat akan luka.

“Ahahaha, mungkin dia lebih agresif dan memiliki ukuran dada yang lebih besar,” timpal gadis itu asal. “Dan mungkin dia hebat di ranjang!”

Myungsoo mengecek dahi Suzy. Biasanya gadis ini akan berbicara asal jika ia sedang dalam keadaan mabuk atau demam. Dan benar saja, dahinya terbakar!

“Sudahlah, sekarang lebih baik kau tidur. Buat dia menyesal karena meninggalkanmu, bukan kau yang hancur seperti ini. Dasar bodoh!” sahut myungsoo seraya mengangkat Suzy ke tempat tidurnya.

Gadis itu mengerutkan dahinya, merasa tersinggung dengan kata ‘bodoh’. “Aku tidak bodoh Myung! Kau tahu kan IQ-ku ….”

“Iya aku tahu aku tahu~ sekarang tidur!” pria itu mengambil selimut dan menyelimuti gadis itu. Myungsoo meletakkan plester penyerap panas ke dahi gadis itu. ia menyentuh lingkaran hitam di bawah mata gadis itu yang semakin mengerikan. “Kau tidak akan pernah tahu ….” gumamnya.

“Tidak pernah tahu apa?” sahut gadis itu saat mendengar gumaman Myungsoo.

“Hm? Tidak, tidak. Sudah, cepat tidur!”

Kau tidak akan pernah tahu keadaan hatiku sekarang, kau tidak akan pernah tahu bagaimana perasaanku padamu. Karena sekarang matamu masih buta karena luka. Mungkin karena aku yang terlalu banyak berpikir sehingga langkahku kalah cepat dengan pria brengsek itu. Ia lebih dulu mengambil hatimu daripada aku. Rasanya menyebalkan saat mengetahui apa yang seharusnya menjadi milikmu dimiliki orang lain tanpa izin.

***

Your smiling form Is prettier than anyone else
Does that person even know
Really really know this,
does he still make you cry

“Myungsoo-ya!”

“Hn?”

Gadis itu datang sangat pagi ke rumahMyungsoo. Melihat gadis itu memakai apron putih berenda membuatnya tercengang.

“Ya! Kenapa kau pakai apron seperti itu?! jangan bilang kau mau memasak!”

Dahi suzy mengkerut saat mendengar respon Myungsoo, “Ya! Bilang cantik kek! Kenapa kau malah meneriakiku seperti itu!” gadis itu langsung melejit ke dapur Myungsoo.

Myungsoo menelan salivanya sekarang. Ia ingat betul bahwa beberapa bulan lalu dapur Suzy sempat kebakaran karena ulahnya memasak. Dan sekarang gadis itu mau membakar dapurnya juga? tidak nona!

“Ya, ya, ya! Mau apa kau?” Myungsoo menghampiri Suzy dan gadis yang diteriaki itu malah mengeluarkan senyum innocent andalannya.

“Komporku rusak, jadi aku tidak bisa masak dirumahku sekarang.” Ujar gadis itu sambil mulai membawa pisau, hendak memotong wortel. “Lagipula tante Kim sudah mengizinkanku,”

Myungsoo menepuk dahinya. Ah, eomma! Apa kau tidak tahu bahwa kau membahayakan dapur kesayanganmu ini?

Saat gadis itu mengupas apel, gerakannya terlihat berbahaya dan pria itu khawatir kalau-kalau gadis itu akan terluka atau apa.

“Sini, sini, aku bantu mengupas apelnya!” sahut Myungsoo dengan nada tidak rela. Well, sebenarnya ia malas sekali. Namun melihat gadis ini mengupas apel dengan cara yang menyeramkan, mau tidak mau ia harus membantunya.

“Ah, myung~ kau baik sekali, hehehe” gadis itu tertawa senang sambil menyerahkan apel yang baru terkupas setengahnya. Itupun bentuknya menjadi abstrak tak karuan.

Seperti biasa, Myungsoo selalu terpana dengan kekehan Suzy. Dia sendiri heran kenapa Suzy bisa tumbuh dengan baik seperti itu. rambut coklat tua bergelombang, mata yang berbinar, kulit yang nyaris seperti porselen. Astaga! Pria itu tak habis pikir bagaimana bisa sosok Suzy yang saat masih kecil cenderung tomboy bisa berubah menjadi gadis semenawan ini.

Myungsoo berdehem, mencoba membersihkan tenggorokan dan menjernihkan isi otaknya yang penuh dengan Suzy, “Ehm, ngomong-ngomong, kau mau buat bento?”

“Hm’m” gadis itu mengangguk sambil mengocok telur ayam.

“Untuk?”

“Nae namjachingu, hohoho~” sahutnya kegirangan. Oke, Myungsoo sekarang hanya bisa tercengang oleh ulah gadis ini. Sekitar seminggu yang lalu gadis ini bahkan nyaris melompati gedung gara-gara kekasihnya. Sekarang? Ia mau memakai apron putih menggelikan itu (meskipun cocok sekali dipakainya), meminjam dapur Myungsoo dan mau repot-repot membuatkan bento untuk seorang pria brengsek itu.

Myungsoo sama sekali tidak bisa memahami jalan pikirannya.

“Sudah baikan, eh?”

Gadis itu hanya mengangguk sambil tersenyum. Senyum yang menurut Myungsoo adalah senyum yang paling cantik daripada gadis manapun yang ia temui. Dan rasanya ia tidak mau membagi senyum itu pada pria brengsek itu. tapi mau bagaimana lagi? Gadis ini mencintainya, dan Myungsoo tidak bisa berbuat apa-apa selain diam. Myungsoo bertaruh bahwa pria itu bahkan tidak menyadari bagaimana istimewanya senyum gadis ini. Yeah, si brengsek itu tidak akan mengetahuinya.

I don’t know your name,
But I’m making this one request

Love her, love her The girl that I love
The girl you have instead of me
Don’t ever think you will treat her roughly

Love her, the girl who doesn’t know my heart
Because the one she loves is you
Love her more than I do
Don’t ever make her cry again

 

Dan setelah sukses membantu Suzy membuat bento, Myungsoo menyiksa hatinya lagi dengan cara mengantar Suzy ke taman tempat gadis itu dan pacarnya akan berkencan. Pipi gadis itu berubah menjadi kemerahan saat musim dingin. Syal putih yang mengelilingi lehernya dan pelindung telinga berwarna biru yang bertengger dikepalanya membuat Myungsoo semakin mengagumi kecantikan gadis ini. Untuk keseribu kalinya, Myungsoo merasa tidak rela membiarkan gadis ini berkencan dengan pria yang pernah menghancurkannya dengan sangat dalam.

Suzy melambaikan tangannya ke arah taman dimana pria yang ia sebut kekasihnya berdiri di bawah pohon yang tinggal rantingnya saja. Myungsoo melihat pria itu sebagai sosok berperawakan tegap, bermata tajam, dan tampan. Sepadanlah jika disandingkan dengan gadis itu. saat pria itu tersenyum, Suzy membalas senyumannya dengan lebih lebar. Sulit mengakuinya, tapi Suzy memang terlihat bahagia sekali saat ini. Dan Myungsoo … meskipun sudah sering mendapatkan sakit yang seperti ini, namun tetap saja ia tidak terbiasa. Tidak akan pernah.

“Myungsoo-ya, terima kasih sudah mengantarku ya! Annyeong!” Suzy melambaikan tangannya pada myungsoo dan pria itu hanya membalasnya dengan senyuman. Suzy langsung menghampiri pria yang ia sebut kekasihnya itu. dan saat Suzy hampir jatuh karena ia berlari kecil, pria itu menahannya. Lalu Myungsoo melihat pasangan itu tertawa.

Kekasihnya Suzy itu melihat Myungsoo dari sebrang, dan tersenyum padanya. Kaget karena senyuman yang ia terima, Myungsoo membalasnya dengan senyum juga meski dengan sangat, sangat terpaksa. Mungkin semacam senyuman perkenalan, pikirnya.

Myungsoo melihat tawa Suzy yang lepas saat bersama pria itu. Diam-diam Myungsoo berharap bahwa pria itu sanggup mencintai Suzy lebih daripada ia mencintainya. Myungsoo merasa … tidak ada yang bisa ia lakukan sekarang selain berharap pria itu mencintai Suzy disepanjang hidupnya. Karena dialah yang dicintai Suzy, bukan dirinya.

Dan … jika pria itu berpikir untuk menghancurkan Suzy lagi, Myungsoo tidak segan-segan untuk membunuhnya dengan tangannya sendiri. Yeah, ia sanggup membunuh seseorang demi gadis itu.

Advertisements

16 thoughts on “(Songfic) Please love her

  1. Aigoooo myungsoo kesian bangeet bertepuk sebelah tangan gituuu hikseu~ ㅠㅠ
    Epilooog thooor! Happy ending please hihi ditunggu fict myungzy lainnya. 😀

    1. namjachingunya tebak aja sendiri xD soalnya kalo dicantumin namanya ga tega juga dianya jadi jahat u,u
      makasih 😀 sip sip~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s