Uncategorized

Mobil Bagus

 

Mobil Bagus

Terkadang selalu ada kata-kata sederhana yang tidak bisa kita lupakan meski bertahun-tahun sudah berlalu.

                Empat tahun lalu, aku dan adikku diajak jalan-jalan menggunakan mobil bagus. Di dalamnya ada televisi kecil yang menempel di belakang joknya. Jujur saja, sebenarnya aku sudah malas saat si empu yang punya mobil itu mengajak kami (aku, adikku dan satu sepupu perempuanku). Tapi berhubung adikku merengek ingin naik mobil bagus, jadi terpaksa aku menyetujui ajakannya.

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa mobil itu memang sangat nyaman dan bagus. Mungkin karena adikku tidak pernah naik mobil semacam ini sebelumnya, jadi dia sangat bersemangat. Ia tidak bisa berhenti tertawa senang, lalu sesekali berkata, ‘Teh, ada tivinya! Nanti aku bawa PS aja kesini, jadi di jalannya bisa sekalian main PS! Hahaha’. Dan aku hanya menjawabnya, ‘Iya,iya,’ setengah tidak minat sebenarnya.

Namun celotehan anak kecil berumur delapan tahun itu sepertinya sudah mencemari telinga si empu yang punya mobil.

                ‘Diem atuh ade, dasar kampungan! Hahaha.’

Mendengar itu, aku langsung menyuruh adikku duduk diam disebelahku. Ia langsung menurut meski wajahnya masih menyisakan kekaguman terhadap mobil ini sambil sesekali membisikkan kata-kata-kata yang sama padaku, ‘teh, bagus mobilnya! Bisa nonton tivi sama sekalian aja bawa PS! Hihihi,’

Aku hanya mengangguk ringan menanggapinya.

Tapi … kata-kata sederhana yang diberikan empu yang punya mobil itu tidak bisa dilupakan olehku sampai sekarang. Memang kalimat sialan itu ditujukan untuk adikku, tapi aku pikir itu bukan kata-kata yang tepat untuk membuat anak laki-laki berumur delapan tahun itu untuk duduk diam. Yeah, kami memang tinggal di kota kecil dan sudah terbiasa menggunakan angkot kemana-mana. Aku dan keluargaku hanya naik mobil sesekali jika kami sekeluarga pergi ke Jakarta. Selepas itu, kami jarang menggunakan mobil pribadi karena kami harus menyewanya, dan harga sewanya tidak murah tentu saja.

Seketika itu pula aku berpikir bahwa suatu hari aku harus punya mobil seperti ini dan mengajak adikku jalan-jalan kemana-mana.

Aku memang bukan kakak yang baik, bahkan ibuku sendiri mengakui itu. Meskipun selang umur kami terpaut sembilan tahun, tapi kami selalu bertengkar. Mungkin karena sifatku yang cenderung kekanakan dan tidak mau kalah, jadi pertengkaran selalu terjadi di setiap harinya. Entah itu karena makanan, ataupun hal-hal kecil lainnya. Tapi untuk yang satu ini … tiba-tiba saja aku tidak terima kata-kata sialan seperti itu ditujukan untuk adikku.

Kalau dipikir lagi, memang berlebihan sebenarnya. Bagaimana bisa aku sekesal ini hanya karena kata-kata seperti itu?

Entahlah, tapi mungkin ini pertanda bahwa aku memang seorang kakak.

Nanti, aku pasti bisa beli mobil bagus. Iya, mobil bagus yang luas dan ada tivinya.

***

22-9-‘13
1:26 a.m.
Garut

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s