Uncategorized

(2) We shouldn’t …

Title: We shouldn’t ….
Author: cheonchan
537 w
Cast: Miss A’s Suzy, EXO’s Sehun
Prequel dari: War in the dark

Malam itu Suzy tidak bisa tidur, dan entah kenapa dia berpikir bahwa sekarang memang bukan saatnya tidur meski jam sudah larut.

Oh, mungkin karena ada konser band favoritenya- One Ok Rock.

Ia harus menelan pahit karena ia tidak bisa pergi kesana, tentu saja karena izin orang tua dan tabungan yang tidak mencukupi. Klasik.

Lalu, tiba-tiba ia berpikir, apa Oh Sehun juga sedang galau seperti ini?

Ah, mungkin ….

Saat ia sadar handphone-nya bergetar, ia langsung bangkit dari tempat tidur dan menyambarnya.

                “Hallo?”

                “Zy-a,”

                “Hm?”

                “Buka jendelamu sekarang!”

Otomatis Suzy mendekati jendela kamarnya, lalu perlahan membuka jendela besar itu dengan hati-hati. Ia hampir tersenyum melihat Sehun di bawah sana, tapi senyumnya berubah saat melihat batu besar yang Sehun genggam.

                “Yak! Kau mau pakai batu itu buat apa?!”

Sehun yang diteriaki seperti itu langsung membuang batu itu jauh-jauh, “Ah, itu karena kau tidak mengangkat teleponku, kupikir akan bagus jika aku menggedor jendelamu pakai batu itu,” katanya sambil tersenyum.

Suzy menepuk jidatnya, tak habis pikir dengan kelakukan Sehun kali ini. Apa dia tidak berpikir bahwa batu sebesar itu bukan hanya bisa membuat suara keras dari jendelanya, tetapi menghancurkan benda dari kaca itu hingga berkeping-keping.

Suzy langsung mendatangi Sehun di luar dengan setengah mengendap-ngendap sebenarnya. Orang tua Suzy sama sekali tidak mengiziknkan Suzy untuk keluar malam. Kolot, tapi yah, namanya juga orang tua, mau bagaimana lagi?

                “Ada apa?” sahut Suzy sambil menggelung rambutnya seadanya. Sehun yang ada dihadapannya hanya nyengir innocent sambil mengacungkan dua tiket konser One OK Rock. Mata kelinci Suzy mendadak membulat, mulutnya juga sudah terbuka hendak mengatakan sesuatu, tapi Sehun memotongnya.

                “Aku dapat dari kuis kemarin. Iseng, sih, tapi menang~” katanya sambil mengibas-ngibaskan dua tiket yang terlihat menggiurkan untuk Suzy, “Ayo kita berangkat sekarang!”

Tanpa aba-aba, sehun memegang pergelangan tangan Suzy. “Yak, Oh Sehun! Tunggu, “ Suzy melepaskan tangannya dari genggaman Sehun, “Kau pikir aku akan ke konser dengan pakaian seperti ini?”

Oh, iya, dia pakai baju tidur bermotif kelinci berwarna pink.

Yang benar saja?

                “Tapi, jika ke dalam lagi kau belum tentu bisa keluar lagi dengan selamat. Jadi, pakai jaketku saja.” Sehun membukakan pintu mobil sedannya untuk Suzy, “Lagipula kita datang terlambat ke konsernya, dan orang-orang juga akan fokus dengan pertunjukkannya bukan memperhatikan piyamamu,”

                Suzy mengetuk-ngetukkan telapak kaki kanannya beberapa detik untuk berpikir. Dipikir lagi, benar juga ya.

                “Oke,”

***

Tak seharusnya mereka berdua berakhir di rumah sakit. Sehun terbangun dengan kepala yang luar biasa sakit dengan hidung yang dipenuhi bau obat yang menyengat. Ugh.

Begitu ia terbangun, hyung-nya -Luhan- langsung memberitahunya soal Suzy, “Ia sedang dirawat juga di ruangan sebelah,” tanpa harus Sehun repot-reppot bertanya.

Ia merasakan kaki nya sulit digerakkan. Sebenarnya ia panik, namun ia menghela nafas dalam berusaha menghirup oksigen sebanyak-banyaknya dari oksigennya, lalu bertanya pada Hyungnya, “Kenapa kakiku tidak bisa digerakkan?”

Luhan menghela nafas, “Kau mengalami kelumpuhan sementara, kakimu akan normal lagi dalam beberapa minggu.”

Saat Sehun berusaha duduk dari tidurnya, Luhan melarangnya, lantas pria itu bertanya lagi, “ Bagaimana keadaan Suzy?”

Yeah, dia ingat sekarang. Sepulang dari konser, mereka ditabrak truk dari pinggir. Dan akhirnya mereka berakhir disini.

                “Dia mengalami kebutaan. Kaca sialan itu melukainya cukup dalam.”

Darah seolah turun cepat sekali dari ujung kepala ke ujung kakinya, “Sementara ‘kan?”

                “Sayangnya, permanent.”

Dan disaat itulah Sehun merasa dunia begitu kejam padanya.

Seharusnya, aku tidak mengajaknya. Seharusnya kita tidak udah keluar malam itu. Seharusnya kita tidak ….

Air mata sialan itu meleleh juga.

***

 .
.
.
.

.

.

.

.

.
ini dibuat selama 15 menit, dan agak ragu mau dipublish atau ngga. yah yah aku tahu ini absurd x.x dan saya terlalu males buat nyari cover xD

Advertisements

33 thoughts on “(2) We shouldn’t …

  1. Oh jadi penyebab suzy buta karna itu toh — pasti sehun ngerasa bersalah bgt deh. Huaaa pasti hidup suzy setelah kehilangan penglihatannya ini akan bertambah sulit deh 😥 semangat thor nulis lanjutannya ^^

  2. aduh thor aku deg”bacanya kirain suzy meninggal tp untung gk dan ternyata cuma buta dan sayangnya permanen T.T.
    sedihnya untung sehun gk lumpuh permanen kalau iya dia juga kasian u,u.
    sehun jd merasa bersalah sm suz pdhal kan mereka niatnya mau seneng”eh malah kecelakaan TT.tragis nasib mereka.ditunggu part 3 ya thor,semoga rasa bersalahnya sehun gk ngebuat dya donorin matanya ke suz,kan biasanya gitu.gk tega. . .

  3. pasti sehun merasa bersalah banget ya, bisa dibilang nonton konser itu ide sehun tapi sehunnya cuma lumpuh sementara, stay strong ya sehun suzy

  4. omo… sad banget… uri suzy….huhuhu…..
    suzy buta.. huhu kasiannn…

    ff nya keren thorr ..
    di tunggu next ff nya yah… ^_^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s