fiction

(3) I do

Author: cheonchan
Cast: Suzy, Sehun
491 w
(1) War in the dark, (2) We shouldn’t

Apa hubunganku dengan Bae Suzy?

Mungkin kuno kedengarannya, tapi kami memang sudah menjadi tetangga semenjak kami masuk TK. Meskipun begitu, kami tidak pernah satu sekolah sampai akhirnya saat kuliah, kami berada di universitas yang sama. Itupun kebetulan, keren ‘kan?

Aku selalu berpikir bahwa inilah yang namanya takdir. Aku bilang bahwa aku menyukainya nyaris setiap kami bertemu. Tapi ia hanya menjawab ‘Aku tahu, aku tahu.’

Bahkan saat keadaan kami seperti ini, jawabannya pun masih sama.

                “Aku menyukaimu, Bae Suzy.”

Suzy tersenyum dengan tatapan lurus ke depan, “Aku tahu, aku tahu.” Ujarnya sambil tersenyum. Matanya sudah tidak tertutup kapas, sehingga aku bisa melihat eboni indah itu lagi. Namun bedanya, sekarang dunianya hitam.

Ia tidak bisa melihatku.

                “hah, udaranya segar sekali ya,” bibirnya melengkung lagi, dan aku menyukainya.

                “Iya, udaranya segar,” aku memajukkan kursi rodaku lagi sedikit supaya aku bisa tepat berada di sampingnya. Tadi pagi ia merengek ingin keluar jalan-jalan. Berhubung aku tidak bisa mengantarnya sekarang, jadi aku memanggil suster untuk membantunya ke taman rumah sakit.

                “Langitnya pasti sedang biru-birunya ya?”

Aku terdiam. Maafkan aku, Suzy.

                “Secchan?”

                “Ya?”

                “Langitnya biru ‘kan? Kalau udara sesegar ini, langit tidak mungkin mendung.” Uajrnya bersemangat.

Mataku berair lagi, ugh.

                “Secchan?”

Aku menghela nafas sebentar, berusaha menormalkan paru-paruku lagi yang sesak tadi, “Iya, langitnya biru, Suzy-a,”

Tiba-tiba tangan porselennya menggapai-gapai ke depan, seolah ingin menyentuh sesuatu, “Suzy, kenapa?”

                “Dimana kau? Sini pinjamkan wajahmu. Aku ingin menyentuhnya,”

Akupun otomatis membalikkan kursi rodaku sehingga sekarang aku ada tepat di hadapannya.

                “Bagaimana fisioterapi-mu?” tanyanya sambil menepuk-nepuk pipiku.

                “Menyebalkan,”

Gadis itu terkikik pelan, “Kau jujur sekali,”

                “Kalau kau?”

                “Gelap,”

                “Maaf, kita seharusnya ….”

                “Sudahlah, lagipula menonton konser One OK Rock termasuk impian terbesarku,” Suzy tersenyum lagi, “Yeah, hitung-hitung dying wish,”

                “Apa?”

Suzy menarik tangannya, lalu menyimpan satu jarinya di dagu – seolah berpura-pura berpikir dalam pose cute, “Berhubung aku masih hidup, jadi eye dying wish namanya!”

Kalau begitu, berarti aku membunuh matamu.

                “Secchan?” gadis itu mengibas-ngibaskan tangannya, tapi tidak tepat di depan wajahku, “Jangan melamun,”

                “Suzy-a,”

                “Hm?”

                “Kalau kau mau, aku mau jadi matamu.” Sahutku tanpa berpikir. Mungkin ini saatnya untuk mengatakannya. Dengan sungguh-sungguh.

                “Maksudmu? Jangan bilang kau mau memakai metode-metode ala drama, Oh Sehun?”

                “Metode ala drama?”

                “Kau bunuh diri, lalu menyumbangkan korneamu padaku. Sampai matipun aku tidak mau!”

Aku terkikik mendengarnya. Astaga, berapa banyak drama yang ia tonton sampai otaknya terkontaminasi begini?

                “Bukan, bukan. Maksudku,” aku menggenggam kedua tangan porselennya, “Aku mau jadi pasanganmu sampai kapanpun. Aku mau kita bersumpah di altar. mataku jadi matamu. Dan ….” aku menyondongkan tubuhku sedikit, menyapukan bibirku tipis di bibirnya, “Hatiku juga jadi hatimu, bagaimana?”

                “Kau bercanda?”

                “Sudahlah, yang harus kau lakukan sekarang hanya bilang ‘I do’. Apa itu sulit?”

Gadis itu menggeplak bahuku, “Kau masih saja pemaksa, Secchan!”

                “Jika itu bisa membuatmu jadi istriku, kenapa tidak?”

Suzy malah tertawa renyah mendengar kata-kata Sehun yang … menakjubkan? Entahlah, tapi hal itu cukup membuat perut Suzy diisi kupu-kupu yang bertebangan, “I do, I do. Kau dengar? I do, Oh Sehun!”

-fin

Advertisements

44 thoughts on “(3) I do

  1. Hrsnya pas ngelamar itu akan jadi sweet kalo mereka ga bercanda atau bertengkar yah 😉 kkk HunZy I like this couple too, gomawo udah update cpet thor. Nan joha, fighting ^^

  2. aah so sweet sehun :*suka suka. .suka suzy masih semangat dan buat sehun gk terlalu menyesal,mereka mau nikah kan?gk da sequel nya?:\
    Seneng komenku masuk yeay/\(‘-‘)

    1. suzy masih semangat soalnya dia tahu disampingnya ada sehun, jadi dia bakalan baik baik saja xD hahha~
      keknya ga ada deh chinguu u,u mian~
      iya masuk komennya! huahaha~

  3. ah so sweet sehun…
    yaaaaaaa sehun bnr2 manly…tapi bukan berarti ini hanya krna dia merasa bersalah dan harus bertanggungjawabkan??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s