fiction

You have no choice

Length: Drabble, 513 words
Cast: Suzy, Myungsoo
Author: cheonchan

 

p.s: terinspirasi dari quotenya Tere Liye di page FB miliknya,  tapi lupa saya copas x)

Pria itu tahu apa yang ia suka.

Ia tahu sekali apa yang ia mau.

Ia ingin mengatakan cinta tanpa harus mengatakannya.

Tapi bagaimana caranya?

****

                “Apa?” gadis itu – Bae Suzy- heran kenapa pria itu – Kim Myungsoo- terus-terusan menatapnya dengan tatapan aneh seperti itu. “Kau mau?” Suzy menawari potongan Cheesecake-nya pada Myungsoo.  Pria yang ditawari itu hanya tersenyum tipis khasnya, sambil berkata, “Tidak, habiskan saja.”

                Kalau aku mendapatkan pria yang menatapku seperti cara dia menatapmu, sampai matipun aku tidak mau melepasnya!

Tiba-tiba Suzy teringat kata-kata Jia saat ia melihat cara Myungsoo menatap Suzy. Berkali-kali Jia berkata bahwa Myungsoo itu menyukainya, namun Suzy selalu menepisnya jauh-jauh. Bukannya apa-apa, tapi Myungsoo ini sahabat terbaiknya. Ia tidak mau menjadikan sahabat sebagai pacarnya. Hanya membayangkan Myungsoo pergi dari sisinya saja sudah membuatnya takut. Jika hanya kehilangan pacar, kau akan menemukan sahabat yang menghiburmu, menjadi tumpuan untukmu saat kau berada dalam titik terendah dalam hidupmu. Tapi jika kehilangan keduanya sekaligus? Suzy pikir ia tidak siap dan tidak akan pernah siap untuk itu.

Sementara itu, Myungsoo kesulitan mencari topik apa yang bisa ia bicarakan dengan Suzy hari ini. entahlah, tapi memulai pembicaraan dengan gadis ini terasa lebih sulit daripada dengan temannya yang lain. Jika dengan orang lain Myungsoo biasa menjadi pencerita yang handal, maka jika dengan Suzy, Myungsoo malah menjadi pendengar yang baik. Ia selalu menanti kata-kata apa yang akan dikatakan Suzy hari ini, besok, dan hari seterusnya. Karena apapun yang gadis itu ceritakan selalu menarik. Bahkan jika gadis itu bercerita tentang novel harlequin, buku yang tidak pernah Myungsoo sentuh seumur hidupnya.

                “Soo-ya,”

                “Hm?”

                “Jia unnie bilang,” Suzy melahap potongan terakhir kue itu, “ Kau menyukaiku, benarkah?”

Mendengar ucapan Suzy yang mengejutkan, mata Myungsoo membesar (meskipun faktanya tetap saja sipit). Untuk beberapa saat, Myungsoo kehilangan kata-kata. Ya, dia menyukai gadis itu. Tapi kan … aneh juga kalau pria itu langsung berkata ‘ya, aku menyukaimu.’

Berbeda dengan Suzy yang tipikal straightforward, Myungsoo tipe orang yang terlalu banyak berpikir,  bahkan untuk hal-hal sederhana mengenai perasaan yang sudah jelas-jelas ada di benaknya sejak lama.

                Karena Myungsoo tidak menjawabnya, Suzy meneruskan ucapannya, “ Kalau iya, aku tidak mau jadi pacarmu.”

                “Hah?” Myungsoo tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya. Ugh. Bahkan ia sudah ditolak sebelum menembak.

                “Kalau kita putus nanti, aku akan kehilangan dua orang sekaligus. Jadi, aku tidak mau.”

                “Dua orang? Aku ‘kan satu orang. Kim Myungsoo.” Timpal Myungsoo bingung. dua orang? Siapa yang gadis itu bicarakan?

                “Maksudku,” gadis itu mengibaskan rambut eboninya, “ Jika kita putus, aku akan kehilangan sahabat sekaligus pacar. Kau kira aku mau?”

Myungsoo tersenyum lebar mendengar celotehan gadis itu, “Kalau begitu, aku jamin kau tidak akan kehilangan keduanya. Bagaimana?”

                “Apa?”

                “Kalau aku jadi pacarmu, kau malah mendapatkan keduanya sekaligus, secara bersamaan. Bukankah itu bagus?” ia melipatkan kedua tangannya di atas meja mahoni, lalu mencondongkan wajahnya sedikit ke arah Suzy, sehingga ia bisa melihat kedua orb eboni milik gadis itu dengan lebih jelas, “Ditambah lagi pria ini memberi jaminan bahwa ia tidak akan meninggalkanmu. Masih berniat mencari pria lain selain aku?”

                Suzy malah tertawa ringan mendengar Myungsoo berbicara sepanjang itu, “Sepertinya aku tidak punya pilihan lain, ya.” Sahutnya dengan pipi yang merona.

****

Advertisements

40 thoughts on “You have no choice

  1. Waaahhh singkat tapi padat, maksudnya kita bisa mrasakan kepuasan tersendiri saat membacanya. MyungZy unik. Myungsoo juga cara nembaknya langka banget tapi tetep bisa bikin suzy kelepek-kelepek. Hahaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s