fiction

Dumbwalking, Dumb-loving

Cast: Kris, Suzy
Drabble
AU

p.s: Sangat mainstream! intinya cuma: tabrkan, jatuh cinta pada pandangan pertama.

“Apa kau ingat saat kita pertama bertemu?”
Kau hanya diam, seperti biasa. Tak ada suara yang terdengar dari mulutmu, seperti biasa. Dan seperti biasa pula, aku hanya bisa tersenyum.
“Dulu, kita bertemu di dekat gerbang utama kampus kita.” Tanpa sadar, ujung-ujung bibirku tertarik, mengingat betapa konyolnya saat itu. Mengingat … mengingat bagaimana bisa aku jatuh padamu segila ini, sedalam ini, dan setulus ini.
“Kau sedang dumbwalk*, dan aku berlari kesetanan dikejar waktu. Yeah, biasalah, dosen sialan itu tidak akan mengijinkanku masuk kelasnya jika kami terlambat. Meski hanya satu menit!” aku meletakkan bunga lili kesukaanmu di pot, lalu kembali bercerita, “Aku menabrakmu, dan handphonemu terjatuh. Refleks aku bilang ‘maaf’ sambil mengambilkan handphone-mu yang jasadnya sudah terpisahkan dari baterainya.” Aku membelai rambut dikeningmu, aku pikir ponimu sudah agak panjang sekarang. “Saat aku menyatukan handphonemu dan baterainya lagi, kau memberiku tatapan paling mematikan yang kau punya. Tapi kau tahu? Apa yang aku lihat? Kau seperti seorang bayi yang sedang marah, sayang. Kau … entahlah, tapi kau punya aura aneh yang membuatku ingin menciummu setiap kali aku melihatmu, seperti bagaimana aku melihat seorang bayi. Dan sayang, sayangku, kau seperti bayi yang sedang marah. Kau mungkin berusaha untuk terlihat seram, tapi kau gagal!” ujarku sambil menepuk-nepuk kepalanya. Mungkin karena dia seorang otaku*, dia selalu bercerita padaku bahwa menepuk-nepuk kepala jauh lebih romantis daripada hal-hal seperti berciuman atau berpelukan. Jadi, aku selalu menepuk-nepuk kepalanya seperti ini.
“Setelah diberi tatapan seperti itu, seketika aku berkata ‘Nama?’ tapi kau hanya mengerutkan alismu lalu berjalan meniggalkanku. Tapi kau gagal! Kau tahu? Aku ini pemaksa ulung yang sanggup membuatmu terus berada di sisiku hingga saat ini.” aku menggenggam tangannya yang semakin hari terasa semakin kurus.” aku menahan lenganmu, “ tanpa sadar pengangan tanganku padanya makin erat saat aku mengingat hal itu, “dan aku bilang ‘Kau tidak boleh pergi sebelum kau menyebutkan namamu’. Untuk beberapa detik, mata kita bertemu. Ada cahaya aneh yang aku tangkap dari matamu. Bukan jengkel, bukan. Tapi sesuatu yang hangat. Tanpa berpikir, kau langsung berkata ‘Bae Suzy. Kau sangat tidak menyenangkan, Kris-sshi.’ Lalu pada akhirnya, aku melepaskanmu. Meskipun rasanya agak sedikit aneh, bagaimana kau bisa tahu namaku sedangkan aku tidak tahu namamu?”
Aku tersenyum saat melihat ada cincin di jarimu, “Hei, kau bilang aku orang yang tidak menyenangkan, tapi kenapa kau mau menikah denganku?”
Cairan hangat itu mengalir disela pipiku, lagi. Ugh.
“Aku tak perduli jawabannya. Tapi aku mohon, bangunlah. Demi Soo Kyung,malaikat kecil kita. Dia … dia cantik sekali!”
Kesedihan itu menelanku lagi. Sial. Sial. Sial.
Aku kesini hanya untuk bercerita tentang kisah bahagia kita, bukan untuk menangis. Aku tahu dia belum sadar, tapi katanya orang koma masih bisa mendengar ucapan orang-orang yang berbicara padanya. dan ia akan membaik jika kita berbicara tentang hal-hal yang menyenangkan. Tapi … sialnya aku malah menangis disini. Didepan istriku.

*dumbwalk=berjalan sambil menggunakan handphone.
*otaku=pecinta anime.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s