Uncategorized

Happy Yummy Wedding

Hm … kalo ngomongin pernikahan impian, otak ini pasti langsung berpikir kemana-mana.
Pertama, untuk akad nikah, seperti biasa semuanya harus serba putih. Biar semakin kidmat ceritanya. Nah, selesai akad, para undangan dipersilahkan menyantap minuman (teh+lemon, kopi, susu murni), disertai berbagai cemilan ringan (sus, atau mini pie. Tanpa cake, karena saya tidak suka cake).

Nah, kemeriahan mulai muncul di perjalanan menuju tempat resepsi. Waktu mau masuk ke taman tempat resepsi (konsepnya garden party ya), wedding bell-nya depapepe mengalun indah. Lalu, pada saat resepsi, mini orchestra itu memainkan lagu-lagu favorit dan lagu kenangan kami. Lagu-lagu yang mengiringi perjalanan kisah kami hingga ke pelaminan. lagu wajib yang harus ada dimainkan disini adalah: selamanya cinta- d’cinnamon, ten2five-hanya untukmu, depapepe- tokkei jikakei no carnival, landon pigg- fall in love in coffee shop, sugar- maroon v. Maunya sih ada lagu Kalafina. Tapi kalo Kalafina mah bukan sembarangan penyanyi yang bisa nyanyiinnya, saya harus manggil gita gutawa -_-

Makanannya tidak terpaku apakah itu makanan western, atau sunda. Tapi makanan favorit temen-temen kami semasa kuliah. Misalnya peyeum lumer (peyeum ketan+es krim), mie ciyus (mie favorit mahasiswa yang pedas rasanya), sumur (susu murni). Untuk makanan beratnya, campur. Ada mash potato+beef (gatau tuh namanya apa, yang jelas itu isinya kentang hancur+ melting cheese+daging sapi bersaus yang rasanya maknyus sekali), zuppa-zuppa, tutug oncom, hingga liwet plus jambal roti. Dan berhubung saya penggila baso, harus ada baso cuanki, kalo bisa, ada baso favorit saya disana. Jadi, selain bisa ketemu pengantin, para tamupun bisa sekalian wisata kuliner. Keren kan? Lagipula, ini menunya bukan menu hotel yang sampe ratusan ribu per porsi. Jadi budgetnya juga gak bakal terlalu horor.

peyeum lumer; cr: google
mie ciyus

Untuk kebaya, sebenernya saya mau warna hitam. Tapi rasanya pernikahan ini malah jadi kelam. Jadi, kalo bisa warnanya putih (untuk akad), abu, dan hijau kalem (di resepsi ‘kan dua kali ganti). Yang penting gak ngetat dan ribet. Paling sebel kalo kebaya yang pakai kemben, soalnya selain ngetat, itu bikin ribet. Belum lagi yang kain tile yang bikin gatel. Kalo bisa pakaiannya yang nyaman. Ada pakaian kebaya abu yang saya taksir di blog Gaida (putrinya Aa Gym). Warnanya abu-abu emas.

dressabu 3

Yang meriasnya! Nah, untuk pengantin (saya). Saya pengen mamah dan temen mamahlah yang mendadani saya. Karena mamah saya dulunya perias pengantin, dan saya selalu takjub pada para pengantin yang dirias oleh mamah. Entah kenapa mereka terlihat bercahaya. Lagipula, kalo hasil riasan mamah dan teman mamah itu gak bakalan bikin saya komplen ko. beneran deh 😀

Semoga mamah sehat terus ya, Amiin.

Nah untuk suasana pernikahannya! Tak ada foto prewed! Gatau kenapa, sekeren apapun foto prewed, saya gak pernah mau. Rasanya jauh lebih sweet kalo kami berfoto ria setelah sah. Jadi bebas mau sambil peyuk-peyuk, pegangan tangan, atau loncat-loncat macam teletubis. Apalagi kalo di fotonya dibawah langit berbintang Chile.

Balik lagi ke suasana pernikahan. Hm … aku jarang ke nikahan sih. Seringnya waktu kecil, dan semuanya biasa aja. I mean, nothing special. Nothing unique. And nothing wired. Dan musiknyapun kalo gak sundaan, dangdutan. Jadi, kali ini saya pengen yang unik!
Saya pengen mode minimalis, tapi khidmat+hidangan+dandanan pengantin dan keluarga t maksimalis(?). Berhubung kata ibu saya, pernikahan akan menjadi sangat memalukan jika hidangannya kehabisan sebelum waktunya. Makanya aku mendahulukanya kedua setelah khidmat.

Tak perlu mewah, tapi saya pengen semuanya enjoy namun khidmat. Gak ada lagu yang bikin kepala pusing atau penyanyi yang roknya kependekan.

r67872_585038098175140_946467134_n
Cr: lupa, yang jelas bukan punya saya xD

Mungkin terlihat seperti main-main sih. Tapi inilah yang kami (saya dan suami saya di masa depan nanti, yang mudah-mudahan) mau, semuanya tertawa, bahagia dihari pernikahan kami. Suasana resmi dan khidmatnya cukup di mesjid tempat akad saja. Jadi intinya, konsep pernikahan saya adalah semi formal.

Kursinya silver garis-garis emas, tapi karpetnya karpet berbulu warna hijau. Pita disangkar itu warna emas, lalu boneka di pinggir-pinggirnya diganti jadi bunga mawar hijau, potnya pake pita berwarna emas. warna bunganya diganti menjadi bunga emas (artificial) dan bunga mawar hijau+putih+kuning. Backgroundnya warna putih, dengan sedikit abu-abu, dan emas, sedikit warna hijau juga.

Naah, contoh kesenengannya seperti ini:

59698_585045218174428_409614028_n

Untuk sesi fotonya! Nah, untuk sesi fotonya di bagi-bagi. Ada pas formal, ada pas gak formal kayak foto di atas. Khusus untuk temen-temen dekat, selain foto pake kameranya mas kameramen, difoto juga pake tongsis. Disana saya dan suami saya beserta teman-teman berpose gila. misalnya meletin lidah, sambil tangan salam dua ribu(?) *baca: peace*

Pertanyaannya, gimana kalo saya nikah di akhir umur 20an, atau bahkan mendekati 30an *asal jangan 30 -_____-* ?

Semoga teman-teman saya ada yang masih gila ya pas umur segitu. Jadi nanti foto tongsisnya barengan sama anak-anaknya ngahahaha~

Fotonya nanti dikumpulkan dalam bentuk majalah gitu ya. Soalnya kalo foto album nantinya berserakan dan jadi gak rame. Disamping foto-foto yang direncanakan, diharapkan ada foto yang gak sengaja ditangkepnya. Semacam candid gitulah tapi khusus mempelai hahaha.
Oiya, meskipun garden party, kami menyediakan tempat duduk yang cukup untuk para tamu. Diharapkan mereka ga ada yang makan sambil berdiri. FYI, mempersulit proses pencernaan katanya (yaelaah, padahal sendirinya masih sering makan sambil berdiri xD)

Untuk souvnir, pengennya sih bros gitu. Soalnya ada temen aku yang crafter, brosnya lucu-lucu (sekalian siapa tau bisa harga teman, ya ngga? Hahaha). Nah, kalo itu untuk souvenir versi ‘mendekati’ real. Kalo versi ngelamunnya, berhubung saya dan suami saya (calon suami saya) sama-sama suka kopi, jadi souvenirnya gantungan HP berbentuk ‘nyan’ cappuccino, dan untuk prianya berbentuk cangkir black coffee. Ini foto nyan cappuccino, untuk black coffee bayangin sendiri. (sebenernya saya nemuin foto gantungan itu di fb, cuma lupa disave, jadi gambar cappuccino-nya aja, hahaha)

Bakalan ada saweran! Sawerannya berhadiah bingkai kacamata berwarna black-light blue Hatsune miku project diva original glasses.

hatsune miku glasses original

Lalu payung model samurai (jadi bungkusnya macam bungkus pedang gitu lah. Lumayan buat nakutin tukang begal xD)

samurai umberalla

oda nobunaga

Oiya, pas waktu dzuhur dateng, acaranya di-pause dulu buat break shalat. Diwaktu itu, kedua mempelai+keluarga+undangan dipersilahkan melaksanakan ibadah shalat- bagi yang melaksanakannya- di mesjid tempat akad nikah. Lalu acarapun dilanjut sampai jam 15.00 atau 15.30.

sekian rencana dan impian pernikahan saya. Keliatan banget ya ini yang nikah demennya makan xD

***

Postingan ini diikutsertakan pada giveaway konsep pernikahan impian

http://www.tettytanoyo.com/2015/05/giveaway-konsep-pernikahan-impian.html
Advertisements

8 thoughts on “Happy Yummy Wedding

  1. Iya betul, makan sambil berdidri gak baik untuk pencernaan, dan seringnya masih ada hajatan-hajatan yang gak peduli sama bagaimana tamu makan nanti. Terima kasih atas tulisannya ya 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s